Apakah Anda tahu MariaDB itu apa sih? Ya taunya mungkin hanya sekedar database alias basis data saja. Bagi para webmaster pengelola maupun admin website pengguna shared hosting atau Cloud VPS mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah dan nama MariaDB.
Seperti yang saya ketahui, MariaDB adalah turunan dari sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) MySQL yang dikembangkan oleh komunitas dan didukung secara komersial, dengan tujuan tetap menjadi software gratis dan sumber terbuka di bawah GNU General Public License. Pengembangan MariaDB dipimpin oleh beberapa pengembang asli MySQL, yang melakukan fork karena kekhawatiran atas akuisisi MySQL oleh Oracle Corporation pada tahun 2009.
Penulis sendiri sudah beralih ke MariaDB sejak sekitar tahun 2015 atau beberapa tahun setelah akuisisi Oracle (Sun Microsystem) terhadap MySQL AB. Ada kekhawatiran di lingkup para pengembang pada saat itu bahwa MySQL mungkin akan tambah lebih buruk setelah dimiliki oleh Oracle. Ditambah kekhawatiran jika MySQL menjadi software closed source.
Di lain sisi, MariaDB dirilis dengan tujuan untuk mempertahankan kompatibilitas tinggiterhadap MySQL, dengan API dan command MySQL yang sama persis. Sehingga dalam banyak kasus MariaDB dapat berfungsi sebagai pengganti langsung untuk MySQL. Namun, fitur-fitur baru di MariaDB versi terbaru mulai banyak berbeda, termasuk terkait storage engine baru seperti Aria, ColumnStore, dan MyRocks.
MariaDB sendiri termasuk dalam software open-source yang gratis, dimana sumber kodenya bebas untuk didownload, dimodifikasi dan didistribusikan secara bebas. Meskipun demikian, ada versi MariaDB Enterprise juga. Perusahaan pemilik MariaDB memperoleh keuntungan dari pengembangan produk-produk eksklusif yang terkait dengan MariaDB. Pada tahun 2023, perusahaan MariaDB melakukan penawaran umum perdana dan setahun kemudian (pada 2024), semua saham perusahaan MariaDB dibeli oleh K1 Investment Management, sebuah dana ekuitas swasta, yang menunjuk seorang CEO baru.
CTO MariaDB adalah Michael “Monty” Widenius, yang merupakan salah satu founder alias pendiri MySQL AB dan pendiri Monty Program AB. MariaDB dinamai menurut nama putri bungsu Widenius, Maria. (MySQL dinamai menurut nama putri lainnya, My.) Logonya terdiri dari seekor singa laut, yang dipilih Monty Widenius saat dirinya sedang menyelam di permukaan air dangkal bersama putrinya di Kepulauan Galápagos.

Tentang MariaDB Database Server
Dalam hal lisensi, MariaDB Foundation menegaskan bahwa “MariaDB Server akan tetap menjadi Perangkat Lunak Bebas, Gratis dan Sumber Terbuka yang dilisensikan di bawah GPLv2, dan ini bersifat independen dari entitas komersial mana pun.” Adapun soal Penomoran Versi MariaDB itu mengikuti skema penomoran MySQL hingga versi 5.5. Dengan demikian, MariaDB 5.5 menawarkan semua fitur yang setara dengan MySQL 5.5. Terdapat gap dalam versi MySQL antara 5.1 dan 5.5, sementara MariaDB mengeluarkan rilis poin 5.2 dan 5.3.
Karena fitur-fitur baru yang spesifik telah dikembangkan di MariaDB, para developer MariaDB memutuskan bahwa perubahan nomor versi utama sangat diperlukan. Saat ini versi LTS atau Long-Term Support dari MariaDB Database Server adalah versi 11.4+ yang akan didukung hingga Mei 2029.
Software Pihak Ketiga
API dan protokol MariaDB kompatibel dengan yang digunakan oleh MySQL, ditambah beberapa fitur untuk mendukung operasi non-blocking asli dan pelaporan progress. Artinya bahwa semua konektor, librari, dan aplikasi yang bekerja dengan MySQL juga harus bekerja di MariaDB, terlepas dari apakah mereka mendukung fitur asli atau tidak. Atas dasar ini, developer Fedora di Red Hat, inc mengganti MySQL dengan MariaDB mulai versi Fedora 19, karena kekhawatiran bahwa Oracle akan menjadikan MySQL sebagai project software yang lebih tertutup atau closed-source. Pada April 2013, OpenBSD juga menghapus MySQL dan menggantinya dengan MariaDB 5.5.

Namun, untuk fitur-fitur MySQL terbaru, MariaDB belum memiliki fitur yang setara seperti itu seperti fungsi geografis misalnya atau MariaDB mungkin sengaja memilih untuk tidak lagi 100% kompatibel (seperti GTID, JSON). Wiki MariaDB mengklaim bahwa mulai dari versi MariaDB 10, upgrade sistem dari MySQL 8 bisa dilakukan dalam sebagian besar kasus.
Siapa sih pengguna MariaDB yang paling menonjol?
Ada beberapa nama terkemuka yang menggunakan MariaDB Server, termasuk Google, DBS Bank, Mozilla, Service Now dan tak ketinggalan Wikimedia Foundation sejak tahun 2013. Selain itu, beberapa sistem distribusi (distro) Linux dan OS berbasis BSD telah menyertakan MariaDB sebagai database server default mereka. Coontohnya adalah Debian (sejak Debian 9), Red Hat Enterprise Linux (sejak versi RHEL 7 pada Juni 2014), CentOS (sejak CentOS 7), Fedora (sejak distro Fedora 19), Arch Linux, Manjaro, OpenBSD 5.7, Slackware Linux (versi 14.1), openSUSE (sejak versi 12.3 Dartmouth), SUSE Linux Enterprise Server (sejak SLES 12), dan banyak lagi. Distro OpenSolaris OpenIndiana menggunakan MariaDB versi 11.4 di repositori resminya.
MariaDB Foundation
MariaDB Foundation atau Yayasan MariaDB jika dalam bahasa Indonesia telah didirikan pada tahun 2012 untuk mengawasi pengembangan MariaDB. CEO MariaDB Foundation saat ini adalah Anna Widenius. Sedangkan Executive Chairman-nya adalah Kaj Arnö, yang telah menjabat sebagai CEO sejak tahun 2019 hingga 2025.
Siapa sih Sponsor Top Yayasan MariaDB Ini?
Jangan kira MariaDB ini tidak punya sponsor yang top. Justru MariaDB Foundation memiliki beberapa sponsor yang terkemuka, termasuk Amazon, Alibaba Cloud, Intel, WebPros, ServiceNow, Acronis, COnstructor, dan MariaDB Corporation AB. Semua sponsor top tersebut terdaftar sejak Januari 2025.
Yayasan MariaDB juga bekerja sama dengan partner teknologi seperti Google yang menugaskan salah satu insinyurnya untuk bekerja di Yayasan MariaDB pada tahun 2013, dan Amazon yang juga berkontribusi pada fitur AI utama yakni MariaDB Vector.
Sejarah Yayasan MariaDB
Tiga orang yakni Michael Widenius, David Axmark, dan Allan Larsson mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan mengawasi pengembangan MariaDB pada Desember 2012. Kemudian saat didirikan pada tahun 2013, MariaDB Foundation ingin menciptakan model tata kelola yang mirip dengan yang digunakan oleh Eclipse Foundation. Jajaran Dewan menunjuk Direktur Eksekutif Yayasan Eclipse yakni Mike Milinkovich sebagai penasihat untuk memimpin pada masa transisi.
Sponsor dan anggota pertama Yayasan MariaDB adalah MariaDB Corporation AB yang bergabung pada tahun 2014 setelah kesepakatan awal tentang pembagian kepemilikan dan peran antara MariaDB Foundation dan MariaDB Corporation. MariaDB adalah merek dagang terdaftar dari MariaDB Corporation AB, yang digunakan di bawah lisensi oleh MariaDB Foundation.

MariaDB Corporation AB awalnya didirikan pada tahun 2010 sebagai SkySQL Corporation Ab, tetapi berganti nama pada tahun 2014 untuk mencerminkan perannya sebagai kekuatan penggerak utama di balik pengembangan MariaDB server dan penyedia dukungan terbesar untuknya. CEO MariaDB Foundation pada saat itu, Simon Phipps, mengundurkan diri pada tahun 2014 setelah penjualan merek dagang MariaDB ke SkySQL. Dia kemudian berkata: “Saya mengundurkan diri segera setelah jelas bahwa perusahaan tidak akan mengizinkan yayasan independen.”
Simon Phipps menjabat sebagai CEO Yayasan MariaDB mulai dari April 2013 hingga 2014. Sementara itu, Otto Kekäläinen menjabat sebagai CEO mulai dari Januari 2015 hingga September 2018. Arjen Lentz diangkat sebagai CEO Yayasan pada Oktober 2018, dan mengundurkan diri pada Desember 2018. Kaj Arnö bergabung sebagai CEO pada 1 Februari 2019, dan Eric Herman saat ini menjabat sebagai ketua dewan direksi.
MariaDB Corporation AB
Aktivitas pengembangan seputar MariaDB pada awalnya sepenuhnya berbasis open-source dan non-komersial. Namun, untuk membangun bisnis global, MariaDB Corporation AB didirikan pada tahun 2010 oleh Patrik Backman, Ralf Wahlsten, Kaj Arnö, Max Mether, Ulf Sandberg, Mick Carney dan Michael “Monty” Widenius. Saat ini CEO MariaDB Corporation adalah Paul O’Brien.
MariaDB Corporation AB dibentuk setelah merger antara SkySQL Corporation Ab dan Monty Program pada 23 April 2013. Kemudian, namanya diubah pada 1 Oktober 2014 untuk mencerminkan peran perusahaan sebagai kekuatan penggerak utama di balik pengembangan MariaDB Database Server dan provider pendukung terbesarnya.
Pada bulan Februari 2022, MariaDB Corporation AB mengumumkan niatnya untuk menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek New York (NYSE).
Produk-Produk MariaDB Corporation AB
MariaDB Corporation AB adalah kontributor untuk MariaDB Database Server, yang mengembangkan konektor basis data MariaDB (dalam bahasa C, C++, Java 7, Java 8, Node.js, ODBC, Python, R2DBC) serta MariaDB Enterprise Platform, termasuk MariaDB Enterprise Server yang dioptimalkan untuk penerapan di lingkungan produksi.
MariaDB Enterprise Platform mencakup MariaDB MaxScale, proksi basis data tingkat lanjut, MariaDB ColumnStore, storage engine kolom untuk analitik ad hoc interaktif, MariaDB Xpand yang merupakan storage engine SQL terdistribusi untuk skalabilitas transaksional masif, dan MariaDB Enterprise Server yakni versi server komunitas yang telah ditingkatkan, lebih kuat, dan sangat aman. MariaDB Corporation menawarkan MariaDB Enterprise Platform di environment cloud dengan nama SkySQL, sebuah Database-As-a-Service (DAaS).
Tentang SkySQL
Ketersediaan umum dari SkySQL mulai diumumkan pada 31 Maret 2020. Ini merupakan Database-As-a-Service (DAaS) yang ditawarkan dari MariaDB, dan menjadi layanan cloud terkelola di Google Cloud Platform alias GCP.
SkySQL menawarkan hybrid database yang mencakup column family store, object store, basis data SQL terdistribusi baik dengan mesin kueri transaksional dan analitik. Kombinasi ini memungkinkan pengembang untuk menggunakan satu server basis data untuk berbagai kasus penggunaan dan menghindari proliferasi basis data.
Keuntungan menggunakan SkySQL dibandingkan dengan penawaran layanan MariaDB dari Amazon RDS atau Microsoft Azure Database adalah pembuatan versi (SkySQL memastikan pengguna berada pada rilis produk terbaru) serta memiliki dukungan analitik dan transaksional.
Mulai bulan Oktober 2023, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan, MariaDB tidak lagi menawarkan SkySQL sebagai produk mereka. Kemudian pada Desember 2023, SkySQL memisahkan diri dari MariaDB sebagai perusahaan independen, namun pada bulan Agustus 2025, MariaDB mengakuisisi kembali SkySQL menjadi bagian dari produk mereka.
Investor MariaDB Corporation AB
MariaDB Corporation telah didanai dengan total $123 juta USD dalam putaran pendanaan seri A pada tahun 2012, seri B pada tahun 2013-2016 dan seri C pada tahun 2017–2022. Perusahaan sedang menjalani putaran seri D pada tahun 2022 yang bertujuan untuk mendapatkan tambahan dana sebesar $104 juta USDB bersamaan dengan niat mereka untuk menjadi perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE).
Beberapa investor awal seri A di MariaDB Corporation AB antara lain OpenOcean dan Tesi (Finnish Industry Investment Ltd). Putaran seri B dipimpin oleh Intel pada tahun 2013 yang menginvestasikan $20 juta USD. Pada tahun 2017 Alibaba memimpin pendanaan seri C dengan investasi sebesar $27 juta USDB ke MariaDB, di samping investasi €25 juta USDB oleh European Investment Bank.
Referensi: Wikipedia





























