Red Hat Enterprise Linux 10 (RHEL 10) adalah sistem operasi Linux kelas enterprise yang dikembangkan oleh Red Hat untuk digunakan pada server, cloud, workstation, edge computing, dan AI workloads. RHEL terkenal karena stabilitasnya, keamanan yang tinggi, serta dukungan teknis jangka panjang yang membuatnya menjadi pilihan banyak perusahaan besar.
RHEL 10 merupakan penerus dari RHEL 9 dan membawa banyak peningkatan pada sisi keamanan, otomatisasi, performa, dan integrasi dengan teknologi cloud-native.
Fitur Utama RHEL 10
1. Keamanan (Security)
RHEL 10 mengutamakan keamanan sejak awal instalasi.
Beberapa fitur yang tersedia:
- SELinux dalam mode Enforcing secara default
- OpenSSH terbaru
- OpenSSL 3.x
- Kernel dengan berbagai hardening
- Secure Boot
- TPM 2.0 Support
- FIPS Compliance
- System-wide Cryptographic Policies
Administrator dapat mengubah kebijakan kriptografi secara global tanpa harus mengubah konfigurasi setiap aplikasi.
2. Image Mode
Salah satu fitur terbesar pada RHEL 10 adalah Image Mode.
Konsepnya mirip seperti immutable operating system.
Keuntungannya:
- OS dibangun sebagai image
- Update menjadi lebih konsisten
- Rollback lebih mudah
- Mengurangi configuration drift
- Sangat cocok untuk Kubernetes dan container host
3. Podman Menggantikan Docker
Secara default RHEL menggunakan:
- Podman
- Buildah
- Skopeo
Tidak menyediakan Docker secara bawaan.
Alasannya:
- Rootless container
- Lebih aman
- Tidak membutuhkan daemon
Walaupun demikian, Docker tetap dapat dipasang secara manual apabila memang dibutuhkan.
4. Cockpit
RHEL menyediakan Cockpit sebagai web interface untuk administrasi server.
Melalui browser Anda dapat:
- Melihat CPU
- RAM
- Disk
- Journal Log
- Network
- Virtual Machine
- Storage
- Service systemd
- Update package
Tanpa harus menggunakan SSH terus-menerus.
5. Web Console
Cockpit dapat diakses melalui:
https://IP-Server:9090
Setelah itu jalankan command:
sudo systemctl enable --now cockpit.socket
6. DNF 5
RHEL 10 menggunakan DNF 5.
Perbedaannya:
- Lebih cepat
- Dependency resolution lebih baik
- Penggunaan memori lebih kecil
- API lebih modern

7. Kernel Linux 6.x
RHEL 10 menggunakan kernel Linux generasi 6.x yang membawa:
- Scheduler lebih baik
- Dukungan hardware terbaru
- Filesystem lebih cepat
- Network performance meningkat
- Driver modern
8. Filesystem
Secara default menggunakan:
- XFS
Tetapi juga mendukung:
- ext4
- NFS
- SMB
- GFS2
- Stratis
- VDO
9. Virtualisasi
Mendukung:
- KVM
- libvirt
- QEMU
- Virtual Machine Manager
- SR-IOV
- PCI Passthrough
Sangat cocok sebagai host virtualisasi.
10. Cloud Ready
RHEL tersedia pada berbagai penyedia cloud seperti:
- AWS
- Microsoft Azure
- Google Cloud
- Oracle Cloud
- IBM Cloud
Juga mendukung:
- Cloud-init
- Terraform
- Ansible
- Satellite
11. AI dan Otomatisasi
RHEL 10 menghadirkan integrasi yang lebih baik dengan alat otomatisasi dan AI, termasuk:
- Red Hat Insights
- Image Builder
- Ansible Automation Platform
- Integrasi dengan layanan AI Red Hat
Ini membantu administrator mengelola banyak server dengan lebih efisien.
Bahasa Pemrograman
RHEL 10 mendukung berbagai bahasa pemrograman modern, seperti:
- Python 3
- PHP
- Java
- Go
- Rust
- Node.js
Melalui Application Streams atau repositori tambahan.
Web Server
Umumnya digunakan dengan:
- Apache HTTP Server
- Nginx
- HAProxy
Untuk PHP biasanya dipadukan dengan:
- PHP-FPM
Stack yang umum digunakan adalah:
- LEMP
- LAMP
Database
Mendukung:
- MariaDB
- PostgreSQL
- MySQL (melalui repositori resmi Oracle atau komunitas)
MariaDB merupakan pilihan yang umum karena tersedia melalui repositori resmi Red Hat.
Container
RHEL sangat kuat untuk workload container.
Mendukung:
- Podman
- Kubernetes
- OpenShift
- CRI-O
- Buildah
OpenShift sendiri dibangun di atas ekosistem RHEL.
Lifecycle
Salah satu keunggulan terbesar RHEL adalah dukungan jangka panjang.
Umumnya:
- Full Support selama beberapa tahun
- Maintenance Support setelahnya
- Opsi Extended Update Support (EUS) untuk versi minor tertentu agar organisasi dapat mempertahankan versi yang sama lebih lama.
Hal ini membuat RHEL cocok untuk lingkungan produksi yang membutuhkan stabilitas.
Kelebihan
- Sangat stabil
- Keamanan tinggi
- Didukung vendor enterprise
- Dokumentasi lengkap
- Sangat cocok untuk server produksi
- Sertifikasi dengan banyak vendor hardware dan software
- Kompatibel dengan ekosistem enterprise Red Hat
Kekurangan
- Memerlukan langganan untuk repositori dan dukungan penuh pada penggunaan komersial.
- Beberapa paket lebih konservatif dibanding distribusi rolling release.
- Docker tidak disertakan secara bawaan.
Cocok Digunakan Untuk
- Web Server
- Database Server
- Mail Server
- Kubernetes
- OpenShift
- Virtualization Host
- DevOps
- CI/CD
- Enterprise Applications
- ERP
- AI Infrastructure
- High Availability Cluster





























