PostgreSQL - Sistem Basis Data Relasional Open-Source Berbasis Objek
PostgreSQL - Sistem Basis Data Relasional Open-Source Berbasis Objek

PostgreSQL (sering juga disebut “Postgres”) merupakan sistem basis data relasional open-source berbasis objek yang handal dengan pengembangan aktif selama lebih dari 35 tahun yang telah membuatnya memiliki reputasi kuat dalam hal keandalan, ketangguhan fitur, serta peforma. PostgreSQL dirancang sebagai basis data performa setingkat perusahaan (enterprise) berkat fitur-fiturnya yang tangguh dan handal. Ini menjadi basis data relasional open-source berbasis objek yang paling canggih di dunia.

Development Postgres dimulai pada tahun 1986 sebagai bagian dari evolusi Ingres, yang merupakan basis data sebelumnya dari Universitas California, Berkeley. Kemudian sejak tahun 1994, basis data ini menggunakan Structured Query Language (SQL) untuk kueri dan transaksi database. PostgreSQL terus diperbarui dan dikembangkan oleh komunitas developer individu dan juga sekelas perusahaan dari seluruh dunia.

Hal ini membuat Postgres menjadi basis data open-source paling populer di seluruh dunia, juga karena sejarah panjang development dan penggunaan SQL ini. Terbukti dengan setiap vendor Cloud menawarkan PostgreSQL maupun basis data turunannya sebagai produk layanan mereka.

Apa sih Basis Data Relasional itu?

Basis data relasional (Relational Database) menyimpan data dalam tabel terstruktur yang terdiri dari baris dan kolom, serta memelihara informasi tentang data yang terhubung di berbagai tabel. Misalnya sebuah bank memiliki tabel basis data yang berisi baris (row) informasi nasabah, di mana setiap row mencakup nama nasabah, alamat, dan nomor telepon sebagai kolom (columns).

Selanjutnya tabel kedua mungkin menyimpan informasi transaksi. Nah, basis data relasional akan menghubungkan row di kedua tabel tersebut, sehingga bank bisa melacak nasabah mana yang melakukan transaksi.

Dasar-Dasar PostgreSQL

“Kueri (baca, query)” adalah operasi tunggal yang meminta informasi dari basis data (database). Sedangkan “Transaksi” adalah serangkaian operasi yang dapat memanipulasi data dalam basis data tersebut. Operasi penyimpanan dasar umumnya disebut sebagai “CRUD”, yang merupakan singkatan dari “create, read, update, and delete”.

Untuk mengoptimalkan pengambilan informasi dari database, PostgreSQL menggunakan indeks-salinan (index-copy) dari sebagian tabel yang diatur ulang untuk pencarian yang lebih cepat. Secara konseptual, ini mirip dengan indeks di akhir buku yang memungkinkan Anda menemukan item dengan cepat tanpa harus membaca seluruh buku.

Sebagai basis data relasional berbasis objek, PostgreSQL menggunakan deskripsi formal yang disebut “schemas” (baca: skema) untuk mendeskripsikan struktur data yang terkandung. Secara khusus, skema adalah kumpulan tabel, indeks, dan fungsi dalam basis data, dan PostgreSQL mendukung beberapa skema tersebut.

PostgreSQL diakses ecara remote dari aplikasi DBeaver 26.0.2 (Local Desktop Debian Linux 13 Trixie)
PostgreSQL diakses ecara remote dari aplikasi DBeaver 26.0.2 (Local Desktop Debian Linux 13 Trixie)

Nah, Database Administrator lah yang bertanggung jawab untuk merancang skema dan serangkaian indeks yang paling baik untuk mewakili data dan cara penggunaannya oleh user aplikasi. Mereka juga bertanggung jawab atas tugas pemeliharaan dan operasional untuk menjaga keamanan data dan kelancaran operasional sistem basis data.

PostgreSQL sebagai Basis Data Open-Source

PostgreSQL tetap menjadi basis data open-source sejak pengembangannya di Universitas Berkeley dan itu berarti seluruh source codenya sepenuhnya terbuka untuk dilihat, dimodifikasi dan distribusikan secara bebas dan gratis. Berkat hal tersebut, developer bisa menggunakan basis data open-source untuk aplikasi mereka tanpa perlu membayar biaya lisensi sepeser pun.

Belum lagi terdapat fleksibilitas penuh dalam hal deployment, karena basis data ini mampu berjalan di berbagai platform server baik itu cloud maupun ekosistem non-cloud. Banyak komunitas developer di seluruh dunia yang berkontribusi untuk memperbaiki, meningkatkan keamaan, kehandalan, dan memelihara software basis data open-source ini.

Keunggulan PostgreSQL Dibanding Basis Data Lainnya

Popularitas PostgreSQL telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan membuatnya menjadi salah satu basis data yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. PostgreSQL menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:

  • Handal & Aman – Basis data PostgreSQL sangat toleran terhadap kesalahan, serta menjaga durabilitas data dan memaksimalkan uptime. PostgreSQL mendukung model otentikasi dan otorisasi yang kuat, serta beberapa metode enkripsi, termasuk enkripsi data end-to-end menggunakan sertifikat SSL.
  • Performa Tinggi – PostgreSQL menyimpan data secara terstruktur, sehingga memungkinkan insert, delete, dan modifikasi data secara efisien. Basis data ini juga efisien dalam hal lookup and join. Di samping itu, Postgres dapat diskalakan (baca: scaling / scale up) dengan beberapa CPU secara paralel, bahkan mempercepat kueri lebih jauh lagi.
  • Kepatuhan (Compliance) – Karena kepatuhannya yang tinggi terhadap standar SQL, basis data PostgreSQL mudah digunakan untuk membangun aplikasi dan melakukan migrasi aplikasi yang sudah ada. Selain itu, PostgreSQL juga kompatibel dengan ACID, yang berarti data Anda tetap valid bahkan di tengah gangguan hardware, software, atau jaringan.
  • Ekstensibilitas Tinggi – PostgreSQL mendukung berbagai macam tipe data, termasuk tipe data tingkat lanjut dan yang dibuat user, beberapa bahasa pemrograman, dan kemampuan untuk menulis fungsi kustom. Basis data open-source ini juga memiliki mekanisme ekstensi untuk menambahkan fungsionalitas baru.
  • Gampang Dimonitor – PostgreSQL menyediakan beberapa statistik untuk mendukung pengumpulan dan pelaporan aktivitas server. Namun, beberapa tool eksternal untuk memantau aktivitas basis data dan menganalisis performanya juga tersedia.
Referensi: PostgreSQL & Google Cloud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here