Linux adalah sistem operasi gratis dan open-source, dimana kode sumbernya dapat dimodifikasi oleh siapapun tanpa perlu membeli lisensi. Berbeda dengan Windows yang mengharuskan pengguna untuk membeli lisensi aktivasi untuk dapat menggunakannya. Meskipun OS Linux tidak sepenuhnya berkinerja bagus pada versi dekstop, namun Linux sangat mendominasi di sisi server dan superkomputer di datacenter di seluruh dunia.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini, yang pertama dan terpenting adalah kebebasan penggunaan Linux, stabilitas, keamanan, kehandalan dibanding sistem operasi lainnya di market. Dan yang jelas nol biaya! Di artikel kali ini, saya akan merangkum 5 sistem distribusi Linux terbaik sepanjang tahun 2026 berdasarkan pengalaman kami selama 15 tahun berkencimpung di industri cloud computing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan saya adalah kemampuan dan kehandalan data center dalam mendukung fungsiolitas dan hardware, serta kemudahan dalam hal instalasi dan penggunaan, biaya lisensi dan maintenance, serta akses terhadap dukungan komersial.

1. Debian

Debian adalah distro Linux gratis, open source dan terkenal sangat stabil yang dikelola oleh pengguna di seluruh dunia. Distro ini tersedia dalam lebih dari 51000 paket dan menggunakan sistem pengemasan yang canggih. Debian sendiri banyak digunakan di lembaga pendidikan, perusahaan bisnis, serta organisasi nirlaba dan pemerintah.

Secara umum, Debian mendukung sejumlah besar arsitektur komputer, termasuk PC 64-bit (amd64), PC 32-bit (i386), IBM System z, ARM 64-bit (Aarch64), prosesor POWER, dan banyak lagi. Debian memiliki sistem pelacakan bug dan pengguna dapat memperoleh dukungan untuk Debian dengan membaca dokumentasi dan resource gratis di website resminya.

2. Red Hat Enterprise Linux (RHEL)

Selanjutnya ada Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang terkenal sangat stabil dan solid. RHEL merupakan sistem distribusi Linux open-source yang dikembangkan oleh RedHat, inc untuk penggunaan komersial. RHEL sebenarnya berbasis Fedora, yang merupakan project sistem operasi komunitas, dimana sebagian besar software yang tersedia di RHEL pertama kali dikembangkan dan diuji di OS Fedora.

RHEL server adalah software OS yang handal, stabil, dan sangat aman untuk mendukung data center modern dengan penyimpanan berbasis perangkat lunak. RHEL sendiri memmiliki support luar biasa untuk cloud, IoT, big data, visualisasi, dan kontainer.

RHEL server mendukung arsitektur ARM 64-bit, Power, dan IBM System z. Dengan berlangganan Red Hat akan memungkinkan Anda mendapatkan software OS siap pakai terbaru untuk perusahaan, trusted knowledge, keamanan produk, dan dukungan teknis dari para engineer.

3. Ubuntu

Yang ketiga adalah Ubuntu, distro Linux open-source paling populer yang berbasiskan Debian dan dikembangkan oleh Canonical, inc. Tidak perlu diragukan lagi, Ubuntu menjadi distro Linux sumber terbuka paling populer saat ini dengan kemudahan dalam hal instalasi, konfigurasi dan penggunaan. OS Ubuntu server sangat efisien dalam hal performa, sangat skalabel, fleksibel dan aman untuk membangun data center perusahaan.

Ubuntu 22.04 LTS (Jammy Jellyfish)
Ubuntu 22.04 LTS (Jammy Jellyfish)

Ubuntu menawarkan support luar biasa untuk big data, kontainer, IoT (Internet of Things), dan visualisasi. Anda dapat menggunakannya di sebagian besar layananan cloud publik umum seperti AWS, Google Cloud, Linode, dan lain-lain. Ubuntu server dapat berjalan pada arsitektur x86, ARM, dan Power. Selain itu, Ubuntu juga menyediakan dukungan dan layanan komersial dengan Ubuntu Advantage yang menyediakan alat manajemen sistem untuk audit keamanan, kepatuhan, dan Canonical livepatch, yang membantu menerapkan patching kernel dan banyak lagi. Ini dipadukan dengan dukungan dari komunitas developer dan pengguna yang kuat dan tumbuh.

4. Rocky Linux

Rocky Linux adalah sistem operasi sumber terbuka yang relatif baru, gratis, dan didukung oleh komunitas perusahaan. Distro ini dibangun sebagai penerus tepercaya dari CentOS Linux yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun tergolong OS baru, Rocky Linux terkenal stabil, aman, dan source codenya 100% kompatibel dengan RedHat Enterprise Linux (RHEL).

Rocky Linux berakar pada CentOS dan saat ini dikelola oleh Rocky Enterprise Software Foundation. Pendiri Rocky Linux, Gregory Kurtzer, juga merupakan salah satu pendiri project CentOS Linux. Sistem ini sedang dikembangkan secara intensif oleh komunitas dan merupakan distro Linux enterprise yang paling cepat berkembang dan diadopsi di lingkungan perusahaan dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) untuk menjalankan beban kerja yang sangat penting.

Bagi pengguna baru, Rocky Linux menyediakan skrip migrasi yang mudah digunakan untuk bermigrasi dari distribusi Linux enterprise lainnya, yang dapat digunakan secara gratis. Selain itu, OS ini juga menawarkan update rutin dan siklus dukungan 10 tahun, yang juga gratis.

5. AlmaLinux OS

AlmaLinux OS adalah alternatif gratis, sumber terbuka, dan berbasis komunitas yang sempurna untuk pengganti CentOS Linux. Sistem ini ditujukan untuk individu maupun organisasi yang membutuhkan sistem distribusi Linux kelas perusahaan (enterprise) tetapi tidak mampu atau tidak ingin membayar biaya lisensi Red Hat (RHEL).

Pengembangan dan pemeliharaan AlmaLinux diatur dan didorong oleh komunitas dan diawasi oleh AlmaLinux OS Foundation. Proyek ini berfokus pada stabilitas jangka panjang dan platform kelas produksi yang tangguh.

Yang paling penting, seperti halnya Rocky Linux, AlmaLinux juga menawarkan alat untuk migrasi dari distribusi Linux perusahaan lainnya, yang disebut “almalinux-deploy”. Distro ini juga sepenuhnya kompatibel dengan Red Hat Enterprise Linux. Sebut saja source codenya hasil cloningan dari RHEL.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here